5 cara menjadi guru yang kreatif

Guru kreatif bukannya sekedar membuat anak senang dan enjoy oleh permainan (games) yang seru, segar dan lucu selama pembelajaran berlangsung

Tips menjaga suasana belajar aktif yang berhasil

Dalam suasana pembelajaran aktif, banyak terjadi interaksi antara siswa dengan guru. Interaksi tersebut bisa merupakan pertanyaan dari guru kepada siswa atau sebaliknya, atau diskusi yang mencerahkan anara keduanya. .

Kiat Pendidikan Islami Sejak Dini pada Anak

Anak adalah amanah yang diberikan Allah Swt pada para orang tua. Karenanya, orang tua berkewajiban mengasuh, mendidik, melindungi dan menjaga amanah Allah itu agar menjadi generasi muslim yang bukan hanya sukses di dunia, tapi juga di akhirat kelak.

Memukul Bukan Cara Untuk Belajar Disiplin

Orang tua dilarang memukul anak-anak mereka karena risiko kemudian hari, Royal College of Pediatri telah memperingatkan. Para ahli mengatakan bahwa hukuman setara dengan serangan fisik sangat tidak efektif untuk perilaku buruk. Prof Terence Stephenson, menunjukkan bahwa orang tua bukannya mengadopsi pendekatan positif dan menetapkan batas-batas kuat untuk anak-anak mereka.

Video Game, Pembunuh yang Mematikan

Video game jelas merupakan sarana hiburan yang sangat mengasyikan. Namun di saat yang bersamaan, video game juga bisa menjadi 'pembunuh'. Mengapa?.

Kamis, 01 Maret 2012

Rasa Takut pada Balita dan Cara mengatasinya



1. TAKUT BERPISAH (SEPARATION ANXIETY)
Anak cemas harus berpisah dengan orang terdekatnya. Figur ibu, tak selalu harus berarti ibu kandung, melainkan pengasuh, kakek-nenek, ayah, atau siapa saja yang memang dekat dengan anak. Kelekatan anak dengan sosok ibu yang semula terasa amat kental, biasanya akan berkurang di tahun-tahun berikutnya. Bahkan di usia 2 tahunan, kala sudah bereksplorasi, anak akan melepaskan diri dari keterikatan dengan ibunya. Justru akan jadi masalah bila si ibu kelewat melindungi/overprotektif atau hobi mengatur segala hal, hingga tak bisa mempercayakan anaknya pada orang lain. Perlakuan semacam itu justru akan membuat kelekatan ibu-anak terus bertahan dan akhirnya menimbulkan kelekatan patologis sampai si anak besar. Akibatnya, anak tak mau sekolah, gampang nangis, dan sulit dibujuk saat ditinggal ibunya.Bahkan si ibu beranjak ke dapur atau ke kamar mandi pun, diikuti si anak terus. Repot, kan? Cara Mengatasi:Jelaskan pada si kecil, mengapa ibu harus pergi/bekerja. Begitu juga penjelasan tentang waktu meski anak usia ini belum sepenuhnya mengerti alias belum tahu persis kapan pagi, siang, sore, dan malam serta pengertian mengenai berapa lama masing-masing tenggang waktu tersebut. Akan sangat memudahkan bila orang tua menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Semisal, "Nanti, waktu kamu makan sore, Ibu sudah pulang." Jika tak bisa pulang sesuai waktu yang dijanjikan, beri tahu anak lewat telepon. Sebab, anak akan terus menunggu dan ini justru bisa menambah rasa takut anak. Ia akan terus cemas bertanya-tanya, kenapa sang ibu belum datang

2. TAKUT MASUK "SEKOLAH"
Bukan soal mudah melepas anak usia batita masuk playgroup. Sebab, ia harus beradaptasi dengan lingkungan barunya. Padahal, tak semua anak bisa gampang beradaptasi. Dari pihak orang tua, tidak sedikit pula yang justru tak rela melepas anaknya "sekolah" karena khawatir anaknya terjatuh kala bermain atau didorong temannya. Cara Mengatasi:Orang tua tetap perlu mengantar anak ke "sekolah" karena ini menyangkut soal pembiasaan. Kalaupun di hari-hari berikutnya ada sekolah-sekolah yang bersikap tegas hanya membolehkan orang tua menunggu di luar, sampaikan informasi ini pada anak. Guru pun harus bisa menarik perhatian anak agar tidak terfokus pada ketiadaan pendampingan orang tuanya dengan bermain. Di saat asyik bermain dengan teman-temannya niscaya ia akan lupa.

3. TAKUT PADA ORANG ASING
Di usia-usia awal, anak memang mau digendong/dekat dengan siapa saja. Namun di usia 8-9 bulan biasanya mulai muncul ketakutan atau sikap menjaga jarak pada orang yang belum begitu dikenalnya. Ini normal karena anak sudah mengerti/mengenali orang. Ia mulai sadar, mana orang tuanya dan mana orang lain yang jarang dilihatnya. Cara MengatasiDi usia batita seharusnya rasa takut pada orang asing sudah mulai berangsur hilang karena, toh, ia sudah bereksplorasi. Semestinya anak sudah memperoleh cukup pengetahuan untuk menyadari bahwa tak semua orang asing/yang belum begitu dikenalnya merupakan ancaman baginya. Biasanya, justru karena orang tua kerap menakut-nakuti, sehingga anak bersikap seperti itu. "Awas, jangan deket-deket sama orang yang belum kamu kenal. Nanti diculik, lo!" Memang boleh-boleh saja orang tua menasehati anak untuk berhati-hati/bersikap waspada pada orang asing, tapi sewajarnya saja dan bukan dengan cara menakut-nakutinya.

4. TAKUT PADA DOKTER
Mungkin pernah mengalami hal tak mengenakkan seperti disuntik, anak jadi takut pada sosok tertentu. Belum lagi kalau orang tua rajin "mengancam" setiap kali anak dianggap nakal. "Nanti disuntik Bu Dokter, lo, kalau makannya enggak habis!" atau "Nanti Mama bilangin Pak Satpam, ya! Cara Mengatasi:Izinkan anak membawa benda atau mainan kesayangannya saat datang ke dokter sehingga ia merasa aman dan nyaman. Di rumah, orang tua bisa membantunya dengan menyediakan mainan berupa perangkat dokter-dokteran. Biarkan anak menjalani peran dokter dengan boneka sebagai pasiennya. Secara berkala ajak anak ke dokter gigi untuk menjaga kesehatan giginya. Tak ada salahnya juga mengajak dia saat orang tua atau kakak/adiknya berobat gigi. Dengan begitu anak memperoleh infomasi bagaimana dan ke mana ia harus pergi untuk menjaga kesehatan giginya. Lambat laun ketakutannya pada sosok dokter justru berganti menjadi kekaguman.

5. TAKUT HANTU"
Hi, di situ ada hantunya. Ayo, jangan main di situ!" Gara-gara sering diancam dan ditakuti seperti itu, batita yang sebetulnya belum mengerti sama sekali tentang hantu, jadi tahu dan takut. Bisa juga karena ia menonton film horor di televisi. Cara Mengatasi:Jauhkan anak dari tontonan tentang hantu. Orang tua pun seyogyanya jangan pernah menakut-nakuti anak hanya demi kepentingannya. Bisa pula dengan membelikan buku-buku cerita atau tontonan anak mengenai karakter hantu atau penyihir yang baik hati.

6. TAKUT GELAP
Biasanya juga gara-gara orang tua. "Mama takut, ah. Lihat, deh, gelap, kan?" Takut pada gelap bisa juga karena anak pernah dihukum dengan dikurung di ruang gelap. Bila pengalaman pahit itu begitu membekas, bukan tidak mungkin rasa takutnya akan menetap sampai usia dewasa. Semisal keluar keringat dingin atau malah jadi sesak napas setiap kali berada di ruang gelap atau menjerit-jerit kala listrik mendadak padam. Cara Mengatasi:Saat tidur malam, jangan biarkan kamarnya dalam keadaan gelap gulita. Paling tidak, biarkan lampu tidur yang redup tetap menyala. Cara lain, biarkan boneka atau benda kesayangannya tetap menemaninya, seolah bertindak sebagai penjaganya hingga anak tak perlu takut.

7. TAKUT BERENANG
Sangat jarang anak usia balita takut air. Kecuali kalau dia pernah mengalami hal tak mengenakkan semisal tersedak atau malah nyaris tenggelam saat berenang hingga hidungnya banyak kemasukan air. Cara Mengatasi:Lakukan pembiasaan secara bertahap. Semisal, awalnya biarkan anak sekadar merendam kakinya atau menciprat-cipratkan air di kolam mainan sambil tetap mengenakan pakaian renang. Bisa juga dengan memasukkan anak ke klub renang yang ditangani ahlinya. Atau dengan sering mengajaknya berenang bersama dengan saudara/teman-teman seusianya. Tentu saja sambil terus didampingi dan dibangun keyakinan dirinya bahwa berenang sungguh menyenangkan, hingga tak perlu takut. Kalaupun anak tetap takut, jangan pernah memaksa apalagi memarahi atau melecehkan rasa takutnya. Semisal, "Payah, ah! Berenang, kok, takut!"

8. TAKUT HEWAN
Tak sedikit anak yang takut pada jangkrik, kecoa atau serangga terbang lainnya. Sebetulnya ini wajar, hingga orang tua jangan tambah menakut-nakutinya, "Awas, nanti ada kecoa, lo." Hendaknya justru bisa memahami karena anak usia ini mungkin saja menemukan banyak hal yang dapat membuatnya takut. Cara Mengatasi:Boleh saja orang tua memberi pengenalan tentang alam binatang pada anak. Tak perlu kelewat detail seperti halnya profesor memberi kuliah. Tugas orang tua sebatas memahami ketakutan anak sekaligus membantunya merasa aman. Boleh saja katakan, "Ayah tahu kamu takut jangkrik." Cukup segitu dan jangan paksa anak berada terus-menerus dalam pembicaraan mengenai rasa takutnya. Jangan pula memaksa anak bersikap sok berani menghadapi ketakutannya. "Belum saatnya mencobakan anak melihat atau malah menyentuhkan serangga yang ditakutinya. Ini hanya akan membuat anak semakin takut." Bila dipaksakan terus, anak malah bisa fobia pada serangga. Biarkan anak tertarik dengan sendirinya dan biasanya ini terjadi setelah anak berusia 2 tahunan. Jika anak memang takut kala ada serangga yang terbang di dekatnya, bantulah untuk mengusirnya bersama.


Sumber : Tabloid-nakita.com.

Selasa, 07 Februari 2012

Video Game, 'Pembunuh' yang Mematikan?


Video game jelas merupakan sarana hiburan yang sangat mengasyikan. Namun di saat yang bersamaan, video game juga bisa menjadi 'pembunuh'. Mengapa?

Dalam kurun waktu beberapa waktu terakhir, sudah terjadi banyak kasus pengguna yang tewas karena bermain game. Mereka tewas karena bermain game melampaui batas kondisi fisik.

Menurut Wikipedia 'kecanduan video game' adalah penggunaan yang berlebihan dari game PC maupun konsol di kehidupan sehari-hari. Contoh dari kecanduan game yakni seperti menguncilkan diri dari keluarga dan teman selama berhari-hari hanya untuk bermain game.

Sampai saat ini pun belum ada diagnosa secara medis mengenai kecanduan game. Sementara pengajuan bahwa kecanduan game adalah bentuk terbaru dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) telah diajukan.

Salah satu kasus terbaru penggunaan game berlebih yang menewaskan penggunanya terjadi di Taiwan. Seorang pria meninggal dunia karena terlalu lama bermain game. Parahnya lagi, warnet tempatnya bermain tak sadar kalau ia meninggal setelah 13 jam berlalu.

Chen Jung-yi, nama pemuda tersebut tewas setelah bermain game World of Warcraft selama 23 jam. Orang-orang di warnet tersebut pun baru sadar kalau Jung-Yi tewas setelah 10 jam kemudian, tepatnya ketika sang penjaga warnet memberi tahu kalau waktunya sudah habis.

Sang penjaga warnet mengatakan bahwa ia melihat bahwa wajah Jung-yi menghitam dan terduduk kaku. Di fotonya pun terlihat kalau posisi Jung-Yi ketika tewas masih seperti ia ketika bermain game, sambil memegang keyboard.

Kasus tewas saat bermain game bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, sudah ada beberapa kasus terjadi; yang rata-rata disebabkan karena terlalu lama bermain game, sehingga kondisi fisik merosot tajam.

Lalu contoh berikut adalah pemuda Inggris yang tewas, dengan penyebab yang sama, terlalu lama bermain game. Chris Staniforth, usia 20 tahun, adalah seorang pemuda yang seperti pria lain seusianya, senang main video game. Tapi ia lupa waktu. Ia memainkan Xbox 360 kesayangannya sampai lebih dari 12 jam, tanpa rehat, bangun atau menggerakkan badannya sama sekali.

Akibatnya ia terkena kejang-kejang dan mati. Kematian Staniforth didiagnosis karena thrombosis vena dalam. Darah Staniforth yang seharusnya mengalir menjadi macet karena mengalami pembekuan. Darah beku pada vena kaki sebenarnya tidak berbahaya.

Yang bahaya adalah jika darah beku itu bergerak ke arah muara melalui jantung, dan menyangkut di paru-paru. Ayah Staniforth mengatakan 'Anak-anak sangat suka main game ini dalam waktu yang sangat lama, tapi mereka tidak menyadari bahwa hal tersebut bisa membunuh,'

Sama halnya seperti yang terjadi di Indonesia, akhir tahun lalu. Dede Hendri (20), seorang pemuda yang hobi bermain game online ditemukan tewas di warnet Zi-Net di Jalan Cipinang Kebembem I/25 RT 11/13, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur.

Dia meninggal setelah bermain game semalam suntuk pada Minggu (4/12/2011) pagi. Warga Jalan Pisangan Lama III Rt. 03/08, Pisangan Timur, Jakarta Timur itu ditemukan telah tewas oleh Akmal Usman (31) penjaga warnet tersebut.

Seperti dilansir Bidhumas Polda Metro Jaya, Akmal menerangkan bahwa korban sejak Sabtu (3/12/2011) malam sekira pukul 21.00 WIB sudah berada di warnet main game online. Hingga Minggu pagi sekira pukul 03.00 WIB korban masih terlihat bermain dan mengobrol dengan saksi.

Pada pukul 04.00 WIB korban minta ijin kepada Akmal untuk tidur di warnet. Namun setelah pukul 08:15 WIB, karena sudah siang, Akmal bermaksud akan membangunkan korban. Saat dibangunkan, korban sudah tidak bergerak meninggal dunia. Kejadian ini kemudian dilaporkan ke Polsek Metro Pulogadung.

Jantung adalah salah satu faktor pemicu kematian para gamer yang main berlebih. Pada 2005, Lee Seung Seop Tewas oleh game Starcraft. Starcraft merupakan permainan yang bisa membuat kecanduan. Pihak berwenang mengatakan bahwa hal itu karena 'gagal jantung yang berasal dari kelelahan.'

Nah, sudah banyak kasus yang bisa dijadikan pelajaran. Apakah harus ada lagi kasus terulang karena bermain game berlebih?

Sumber

Senin, 06 Februari 2012

MEMBUAT KARTU NAMA SENDIRI



Di era yang serba kompetitif sekarang ini, menjalin relasi merupakan satu hal yang harus dilakukan. Dengan relasi yang banyak maka kita mempunyai banyak teman dan banyak kesempatan untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Salah satu cara untuk memperbanyak teman adalah dengan bertukar kartu nama. Pada tulisan kali ini saya akan membahas cara membuat kartu nama sendiri. Apa keuntungannya ? Ada dua keuntungan yang didapat yaitu yang pertama menghemat uang dan yang kedua kita bisa bereksplorasi sendiri dengan ide dan kreatifitas. Oke ikuti tutorial berikut :

1. Klik start – all program – Microsoft Office – Microsoft Publisher


2. Kita masuk tampilan awal publisher kemudian pilih publication for print

3. Klik Business Cards dan silahkan pilih salah satu template yang tersedia

4. Setelah itu gantilah tulisan yang ada pada template, Jika kita ingin memasukkan logo maka pilih include dan sebaliknya jika tidak pilih none, kemudian pilih portrait jika ingin tegak dan landscape jika ingin mendatar dan untuk mencetak jika ingin satu halaman kertas untuk sau kartu nama pilih one dan jika lebih dari satu kartu nama pilih multiple pada saat mencetak

5. Untuk memasukkan foto klik menu insert – picture – from file. Ambil salah satu foto yang diinginkan kemudian klik insert.
Hasil akhir kartu nama kita seperti ini

6. Setelah kartu nama jadi langkah selanjutnya dalah mencetak. Silahkan klik file – print preview

7. Untuk mengganti jumlah copy persheet, silahkan klik change copy persheet

8. Jika sudah siap silahkan klik print dan ikuti prosedur untuk mencetak sepertia biasa,
Selamat mencoba

Sumber :http://ardansirodjuddin.wordpress.com/2008/08/19/membuat-kartu-nama-sendiri/#comment-7117

Memukul Bukan Cara Untuk Belajar Disiplin


Orang tua dilarang memukul anak-anak mereka karena risiko kemudian hari, Royal College of Pediatri telah memperingatkan. Para ahli mengatakan bahwa hukuman setara dengan serangan fisik sangat tidak efektif untuk perilaku buruk. Prof Terence Stephenson, menunjukkan bahwa orang tua bukannya mengadopsi pendekatan positif dan menetapkan batas-batas kuat untuk anak-anak mereka.

Prof Stephenson memperingatkan memukul adalah pilihan yang mudah bagi para orang tua. Dia mengatakan, "Anak-anak harus diberikan perlindungan yang sama terhadap serangan fisik orang dewasa, termasuk memukul dan tidak membuat efek jera untuk perilaku buruk. Orangtua bisa menggunakan hukuman yang masuk akal untuk mendisiplinkan anak-anak mereka.

100 anak meninggal atau terluka setiap tahunnya setelah mengalami pemukulan terhadap dirinya, yang dilakukan oleh orang yang mereka kenal. komentar Mr Lammy telah menimbulkan perdebatan terhadap perilaku memukul, dan mendiskusikan hukuman seperti apa yang dapat dibenarkan. Ms Justine Roberts, pendiri Mumsnet, mengatakan menentang memukul. "Rakyat akan berpikir itu sedikit munafik jika kita mengatakan tidak menggunakan kekerasan fisik untuk anak-anak guna mendisiplinkan mereka," katanya.

Sumber : The Daily Telegraph via todayonline.com/Kartika Maharani

Selasa, 31 Januari 2012

Tips menjaga suasana belajar aktif yang berhasil


Dalam suasana pembelajaran aktif, banyak terjadi interaksi antara siswa dengan guru. Interaksi tersebut bisa merupakan pertanyaan dari guru kepada siswa atau sebaliknya, atau diskusi yang mencerahkan anara keduanya. Demikian juga saat sedang melakukan brainstorming di kelas, terjadi juga interaksi antara siswa dengan seluruh warga di kelas.

Saat bertanya atau presentasi misalnya, saat itu adalah yang sangat penting karena jika anda bisa memelihara waktu tersebut sebagai waktu yang tepat untuk menjadikan kelas kita mempunyai tradisi atau kebiasaan mendengarkan pendapat orang lain yang sedang berbicara. “menurut kamu bagaimana?.” Cara lain untuk mengefektifkan budaya belajar aktif adalah dengan;


1. Libatkan siswa lebih dari hanya sekedar mendengarkan.

2. Upaya kan menghindari situasi hanya mentransfer informasi menjadi usaha untuk menumbuhkan kemampuan,dan ide siswa.


3. Tumbuhkan selalu sikap percaya diri. Biasakan bilang kepada siswa anda “jangan takut salah” atau “hargai semua pekerjaan yang kamu hasilkan (pendapat, atau hasil karya)

4. Biasakan ucapkan “menurut kamu bagaimana?.” Lebarkan kemungkinan jawaban anda dari “Iya” atau “tidak” , mungkin atau tidak mungkin” menjadi pertanyaan yang membangun rasa ingin tahu siswa dengan bertanya kembali kepada siswa “menurut kamu bagaimana?”
5. Biarkan siswa melalui proses nya sendiri. Cukup dan berhentilah menjadi guru yang selalu ingin hasil yang sempurna dari siswa nya. Hargai proses dan cepat atau lambat anda akan terkejut dengan hasil karya yang siswa kita hasilkan.

6. Berikan selalu umpan balik yang positif, tidak menghakimi dan mematikan kreativitas. Pujilah anak untuk karya atau [erbuatan yang mereka lakukan.
7. Setiap anak berbeda, kecerdasan, latar belakang keluarga dan kemampuan belajar nya. Hindari menggunakan gaya atau pendekatan yang sama terhadap semua siswa di kelas anda

sumber :http://pengajarplus.com/blog-kontributor/item/90-tips-menjaga-suasana-belajar-aktif-yang-berhasil.html

PSB 2012





Sabtu, 23 April 2011

5 cara menjadi guru yang kreatif

Guru kreatif bukannya sekedar membuat anak senang dan enjoy oleh permainan (games) yang seru, segar dan lucu selama pembelajaran berlangsung. Tapi juga selayaknya guru mencari metode pembelajaran yang bermakna dan membuat anak bisa semakin mengerti apa yang guru ajarkan dikelas.

1. Guru menciptakan susasana kelas yang aman dan nyaman secara emosional dan intelektual
Terkadang siswa punya banyak pertanyaan dibenaknya, tetapi ada semacam perasaan malu dan takut, dikira bodoh jika melontarkan pertanyaan. Sebagai guru, kerja keras kita salah satunya adalam menciptakan kelas yang memberik keamanan secara emosional bagi siswa. Memang agar menjadi siswa yang percaya diri mereka perlu mengambil resiko, tetapi di lingkungan yang tidak mendukung kenyamanan secara emosional, siswa akan berpikir 1000 kali untuk mau bertanya dan berpendapat.
Anda juga bisa membuat peraturan kelas yang isinya antara lain ‘Tidak boleh merendahkan atau meremehkan pendapat orang lain’ Jangan lupa anda juga memberi contoh dahulu kepada siswa untuk mengucapkan terima kasih dan menhargai untuk setiap pertanyaan, atau pendapat dari siswa anda. Jika ini terjadi dikelas anda dijamin kelas akan berubah menjadi kelas yang setiap individu didalamnya salaing mendukung dan mudah untuk berkolaborasi dalam berpengetahuan.
Tidak hanya sampai disitu saja, kelas yang membuat guru menjadi guru kreatif semestinya juga aman secara intelektual. Siswa bisa mandiri dan mengerti dimana letak alat tulis, dikarenakan semua hal dikelas sudah disiapkan dengan rapih dan terorganisir. Siswa tahu apa yang harus dikerjakan dikarenakan intruksi penugasan yang jelas oleh guru. Tidak hanya jelas tetapi juga menantang dengan demikian siswa bisa mengekpresikan kemampuannya dalam mengerjakan tugas yang guru berikan.

2. Guru mengukur dengan hati, seberapa besar keterlibatan (engagement) siswa dalam tugas yang ia berikan.
Saya jadi ingat sebuah pertanyaan yang bersifat reflektif mengenai cara kita mengajar dan membelajarkan siswa. Pertanyaan nya begini “Jika saya adalah murid saya sekarang, seberapa senang saya diajar oleh guru seperti saya? “
Seorang guru yang ahli mampu menciptakan suasana kelas yang aktif dalam pembelajaran di kelas yang diajarnya dalam presentasi keterlibatan yang penuh alias 100 persen. Artinya, misalkan seorang guru mengajar selama 40 menit, maka selama 40 menit itu pulalah, siswa belajar dengan aktif dan terlibat penuh dalam pembelajaran.
Tentu tidak dalam semalam semua guru bisa 100 persen menciptakan kelas yang aktif. Namun membutuhkan latihan dan  latihan. Tetapi jalan kesana akan lebih cepat apabila kita mau jujur bertanya pada diri sendiri “Seberapa besar siswa aktif atau terlibat penuh dalam pembelajaran yang saya lakukan?”.

3. 5 menit terakhir yang menentukan
Jadikan 5 menit terakhir pembelajaran anda untuk merangkum, berbagi atau berefleksi mengenai hal yang siswa sudah lakukan selama pembelajaran.
Bagilah menjadi dua pertanyaan besar, misalnya bagian mana yang paling berat dilakukan dan susah dimengerti. Pertanyaan selanjutnya, pengetahuan baru apa yang kamu dapatkan hari ini? Dengan demikian membuat siswa berdialog dengan dirinya sendiri mengenai proses belajar yang telah dilakukannya.

4. Guru menciptakan budaya menjelaskan, bukan budaya asal menjawab dengan betul.
Ciri-ciri sebuah pertanyaan yang baik adalah pertanyaannya hanya satu tetapi mempunyai jawaban yang banyak. Bandingkan dengan jenis pertanyaan yang hanya mempunyai satu jawaban. Hal yang terjadi siswa akan berlomba menjawab dengan benar dengan segala cara. Termasuk mencontek misalnya.
Sebagai guru budayakan pola perdebatan atau percakapan akademis di kelas kita. Saat mendengarkan rekan mereka berbicara dan berargumen, mereka akan belajar memilih dan membandingkan pendekatan atau cara yang orang lain lakukan untuk menjawab sebuah masalah yang guru berikan.
Sebagai guru saat memberikan soal berikanlah siswa beberapa peluang kemungkinandalam menjawab sebuah soal. Misalnya soal yang bapak berikan ini punya tiga alternative, bisa kah kamu menemukan ketiga-tiganya?

5. Guru mengajarkan kesadaran siswa dalam memandang sebuah pengetahuan.
Saat membelajarkan siswa, dikarenakan keterbatasan kita, terkedang kita sudah membuat mereka menebak atau mengarang-ngarang sebuah jawaban demi mendapatkan hasil yang benar. Hal ini siswa lakukan secara sadar atau tidak sadar. Untuk itu mari kita letakkan gambar dibawah ini disamping soal yang kita berikan kepada siswa di kertas soal.
Dengan demikian sebagai guru kita menjadi tahu saat siswa menjawab soal dengan salah tapi dengan keyakinan (for sure) atau menjawab soal dengan benar tapi dengan tidak yakin (confused). Menarik bukan ?
guru-kreatif
Biarkan siswa memberi tanda silang (X) pada tempat dimana dia merasa cocok.

Senin, 04 April 2011

Ayo, Ajak Anak Rajin Merawat Gigi!

Ajarkan anak menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak dini untuk menjaga kesehatannya di kemudian hari. Memiliki gigi sehat saat juga membantunya tidak takut ke dokter gigi.

Membiasakan anak menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak dini akan membantunya menjaga kesehatan gigi dan mulut di kemudian hari. Memiliki gigi sehat saat juga membantu buah hati tidak menganggap kunjungan ke dokter gigi sebagai sesuatu yang menyeramkan.

Berikut ini trik untuk mengajari anak cara menjaga kebersihan gigi dan mulutnya, seperti yang dikutip laman eHow.

1. Perlihatkan anak bagaimana cara Anda menjaga kebersihan gigi mulut. Biarkan dia melihat saat Anda menggosok gigi, maka dia akan melihat hal tersebut adalah bagian dari kehidupan yang alami.

2. Ajak anak menggosok gigi sejak dini, supaya dia dapat lebih terbiasa melakukannya sedari kecil.

3. Jelaskan bagaimana caranya menyikat gigi dan menggunakan dental floss (benang gigi) untuk menghilangkan sisa makanan di sela-sela gigi. Ajari dia dengan sabar. Lihat seluruh proses saat dia mencoba melakukannya sendiri.

4. Jadikan waktu menggosok gigi adalah waktu yang menyenangkan. Permainan memenangkan sebuah sesi ataupun membacakan cerita usai menggosok gigi dengan benar, misalnya, akan membuat dia menilai bahwa menggosok gigi adalah hal yang positif.

5. Biarkan dia sendiri yang memilih produk gigi dan mulut_sikat gigi dan pasta gigi-yang dia senangi. Tidak masalah apa yang dia pilih, mungkin dia senang sikat gigi itu karena warna dan bentuknya, tapi keseluruhan tujuannya adalah membuat dia rajin menggosok gigi.

6. Jelaskan akibat buruknya jika dia tidak rajin menggosok gigi sebelum tidur. Terangkan bagaimana proses gigi berlubang, dan pentingnya menggosok gigi.

Sumber

Kamis, 23 Desember 2010

KETENTUAN PENERIMAAN SISWA BARU SDIT ADZKIA 1 SUKABUMI TAHUN PELAJARAN 2011/2012

  1. Biaya Pendaftaran Sebesar Rp. 150.000,00 Sudah Termasuk Formulir, Psikotes, Parenting Class dam ESQ dan Snack
  2. Formulir dikumpulkan paling lambat sepekan setelah pendaftaran dan dilengkapi dengan membawa :
  3. Foto copy akte kelahiran
  4. Pas foto 3x4 sebanyak 2 lembar
  5. Batas usia per bulan Juli 2011 adalah 6 tahun
  6. Calon orangtua siswa siap mengikuti program Parenting Class dan ESQ yang diadakan pihak Sekolah
  7. Mengikuti psikotest sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan
  8. Calon siswa baru yang tidak melakukan daftar ulang pada waktu yang telah ditentukan, maka dinyatakan mengundurkan diri
  9. Calon siswa baru yang telah melakukan daftar ulang, kemudian mengundurkan diri setelah proses kegiatan belajar mengajar berlangsung uang yang telah masuk tidak dapat diambil kembali kecuali membawa siswa pengganti
  10. Kegiatan PSB ini akan ditutup apabila jumlah siswa yang mendaftar sudah mencukupi kuota

RINCIAN ADMINISTRASI KEUANGAN

NO.
NAMA
JUMLAH
KETERANGAN
1.
Uang Pangkal
Rp. 3.500.000
-
2.
SPP Juli 2011
Rp. 205.000
-
3.
Seragam
Rp. 500.000
Seragam 4 stel
4.
Penunjang KBM
Rp. 150.000
Untuk satu semester
5.
Iuran Komputer
Rp. 300.000
 6 tahun (selama menjadi siswa disini)
6.
Wakaf pembangunan Mesjid
Rp. 225.000

7.
Kegiatan KOMITE SEKOLAH     (FORSOMA)
Rp. 30.000
Untuk satu semester
Total
Rp. 4.910.000
Tidak termasuk biaya pendaftaran


Keterangan :
  1. Seluruh administrasi keuangan ini dibayar pada saat daftar ulang
  2. Bagi yang membayar penuh, uang pangkal mendapat potongan 5% Bagi yang tidak membayar penuh, pembayaran minimal sebesar Rp. 3.410.000 (termasuk SPP bulan Juli 2011, Uang pangkal Rp. 2.000.000, iuran komputer, penunjang KBM (Kegiatan Belajar Mengajar), wakaf pembangunan mesjid, seragam dan KOMITE SEKOLAH(FORSOMA))
  3. Biaya di atas belum termasuk buku paket
  4.  Pelunasan sisa uang pangkal paling lambat tanggal 30 September 2011
Panitia PSB SDIT Adzkia Sukabumi


Selasa, 02 November 2010

Pengaruh Cerita Dongeng Anak Terhadap Mental & Prestasi Sebuah Bangsa

David McClelland, seorang pakar psikologi sosial, mengungkapkan hasil penelitiannya yang menyimpulkan sebuah teori bahwa cerita dongeng untuk anak sebelum tidur sangat mempengaruhi prestasi suatu bangsa. McClelland memaparkan penelitiannya terhadap dua negara terkuat abad 16 yaitu Inggris dan Spanyol.

Cerita anak di negara Inggris kaya akan muatan spritualitas dan motivasi untuk maju. Sebaliknya, Cerita anak di Spanyol penuh dengan muatan yang membuat anak terlelap dan ternina-bobokan. Dari begitu banyak cerita dari berbagai negara yang dikumpulkan McClelland dan kemudian diteliti, menunjukkan bahwa negara yang pertumbuhan ekonominya sangat tinggi adalah negara yang memiliki cerita dongeng anak mengandung need for achievement ( kebutuhan berprestasi) yang tinggi.

Cerita si Kancil dan Mental Bangsa Indonesia

Kemudian salah satu guru besar fakultas budaya universitas Indonesia, Ismail Marahaimin, mengungkapkan hasil penelitian yang senada. Dongeng si Kancil Mencuri Mentimun yang sangat populer di Indonesia bisa jadi adalah salah satu penyebab bobroknya mental pemimpin bangsa. Kancil mencerminkan tokoh yang cerdas tapi licik. Secara tidak disadari cerita ini akan melekat dalam alam bawah sadar anak-anak bahwa mental tokoh seperti kancil patut ditiru.

Oleh karena itu,perlu digalakkan kembali dongeng anak-anak yang memotivasi untuk berprestasi, yang mendidik dan menumbuhkan keinginan untuk maju.

Tugas Para Penulis, Pendidik, dan Orang Tua

Sudah selayaknya menjadi tugas para penulis Indonesia, untuk menciptakan cerita-cerita anak yang bermutu. Jika mulai hari ini saja Indonesia mampu menerbitkan karya sastra anak seperti yang dimiliki Inggris, maka jika merujuk pada penelitian McClelland, 25 tahun ke depan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tumbuh pesat.

Tentu hal ini juga tidak terlepas peran dari para pendidik dan orang tua, untuk membiasakan siswa dan putra-putrinya membaca cerita dongeng anak yang bermutu, yang mengandung semangat berprestasi lebih banyak lagi. Karena disadari atau tidak, mental bangsa beberapa tahun ke depan, adalah sangat dipengaruhi oleh mental yang disiapkan untuk anak-anak sekarang.

Para pendidik dan orang tua hendaknya benar-benar memilihkan bacaan-bacaan yang bagus untuk anak dan bisa dibacakan sebagai pengantar tidur atau saat anak mengalami kejenuhan belajar.

The last but not least... saat ini pun ada begitu banyak tontonan di TV yang sangat tidak mendidik (meski tidak semua), dari mulai tontonan sinetron, berita miring, dan masih banyak lagi.

Oleh sebab itu, sangat disarankan Anda untuk bisa memilah-milah yang mana yang layak ditonton dan yang mana yang tidak. Karena tanpa disadari, setiap tontonan bisa mempengaruhi mental Anda, dan juga keluarga.

Sumber : http://www.anneahira.com

Rabu, 06 Oktober 2010

Kiat Pendidikan Islami Sejak Dini pada Anak

Anak adalah amanah yang diberikan Allah Swt pada para orang tua. Karenanya, orang tua berkewajiban mengasuh, mendidik, melindungi dan menjaga amanah Allah itu agar menjadi generasi muslim yang bukan hanya sukses di dunia, tapi juga di akhirat kelak.

Dalam keseharian, para ibulah yang memegang peranan penting dalam pengasuhan dan pendidikan putra-putrinya. Pernahkah para ibu merenungkan sejauh mana peranan yang mereka mainkan akan berpengaruh dalam perjalanan hidup si anak? Kita semua tahu bahwa semua perbuatan manusia selama di dunia dicatat dalam sebuah buku yang akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah Swt. Begitu pula anak-anak kita kelak, dan isi catatan buku mereka selama di dunia sangat tergantung dengan bagaimana cara kita mendidik mereka, apakah kita menerapkan pola pengasuhan dan pendidikan yang cukup Islami.

Sebagai contoh, apakah anak-anak kita sekarang sudah memahami tentang hubungannya dengan Sang Pencipta? Nasehat apa yang akan kita berikan pada anak-anak ketika kita menjelang ajal, sehingga ketika kita dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Swt tentang anak-anak kita, kita mampu menjawab, "Ya Allah, aku membesarkan anak-anakku dengan ihsan (sempurna) semampu yang saya bisa, agar taat dan tunduk pada ajaran-Mu."

Di tengah perkembangan zaman seperti sekarang ini. Tugas mendidik, menjaga dan melindungi anak dari pengaruh buruk arus globalisasi dan modernisasi, bukan perkara yang ringan. Bekal pendidikan dari sekolah berkualitas, menanamkan rasa tanggung jawab dan disiplin serta moral tidak cukup, jika tidak diimbangi dengan bekal pendidikan agama yang baik.

Bekal pendidikan rohani yang harus para ibu tanamkan sejak dini adalah membangun keyakinan yang kuat dalam hati mereka tentang ke-esa-an Allah Swt, mengajarkan rasa cinta yang besar pada Nabi Muhammad Saw dan mengajarkan mereka nilai-nilai serta ketrampilan yang akan bermanfaat bagi kehidupan mereka saat dewasa nanti.

Sejak dini, tanamkan pada diri anak-anak tentang konsep Tiada tuhan Selain Allah. Allah tidak ada sekutu bagi-Nya dan tidak ada yang menyerupai-Nya. Selalu mengingatkan pada anak-anak bahwa Allah Mahatahu apa yang ada di bumi dan di langit, agar anak-anak selalu menjaga ucapan dan tindakannya. Beritahukan pada anak-anak, apa sesungguhnya tujuan hidup ini dan arahkan mereka agar tetap fokus dan memiliki visi yang jelas tentang konsep hidup.

Itulah tantangan bagi para ibu untuk menghasilkan generas-generasi muslim yang hebat dan bermanfaat bagi umat. Generasi yang tidak hanya cerdas intelektual tapi juga cerdas dari sisi sosial, emosi dan spiritual. Tentu saja untuk melakukan itu semua, para ibu harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan untuk mendidik dan berinteraksi dengan anak-anak. Tips-tips berikut bisa menjadi acuan bagi para ibu dalam menerapkan pola asuh dan pendidikan bagi anak-anak di rumah, agar menjadi generasi yang Islami:

1. Setiap anak itu unik
Kita harus memahami bahwa setiap anak terlahir unik. Pahami bahwa setiap anak lahir sebagai individu yang mewirisi kualitas kepribadian yang berada di luar kendali orang tua. Itulah sebabnya, orang tua harus mampu mengidentifikasi karakteristik yang unik dan perilaku anak-anak kita, tanpa harus mencetak dan mendorong anak-anak ke arah yang orang tua sukai. Jika kita memahami hal ini, kita akan memberikan pengasuhan, bimbingan dan dukungan yang anak-anak butuhkan untuk melengkapi potensi yang telah Allah berikan pada mereka.

2. Membangun dan menanamkan tentang kasih sayang Allah Swt pada anak-anak
Allah Swt berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka" (Surat At-Tahrim;6). Tanamkan pada anak-anak bahwa tentang kecintaan dan keyakinan bahwa segala sesuatu terjadi adalah atas kehendak Allah. Ajarkan mereka selalu mengucapkan "La illaha illah Allah; jika anak meminta sesuatu, katakan pada mereka untuk berdoa, meminta pada Allah karena Allah yang memiliki segala sesuatu. Ajarkan kecintaan pada Allah saat santai dan berbincang-bincang dengan anak, agar mereka mudah memahami mengapa manusia beribadah, harus taat dan melaksanakan ajaran-Nya.

3. Salat
Rasulullah Saw berkata, "Ajarilah anak-anakmu salat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan ketika mereka berusia sepuluh tahun, hukumlah jika mereka melalaikan salat.". Orang tua harus membiasakan mengajak anak salat tepat waktu. Jadikah salat berjamaah sebagai kebiasaan dalam keluarga, bahkan jika anak masih di bawah umur, tak ada salahnya selalu mengajak mereka salat. Jika kewajiban salat sudah melekat kuat dalam diri anak, maka anak-anak akan terlatih untuk salat dengan khusyuk.

4. Kegiatan Sosial
Ajaklah anak-anak sesering mungkin untuk melakukan aktivitas sosial, berjalan-jalan ke taman, berkunjung ke kebun binatang atau museum, belajar berenang, bertaman, mengamati matahari tenggelam, dan kegiatan lainnya. Sebisa mungkin, jauhkan anak dari kebiasaan nonton tv dan isi waktu luang mereka dengan aktivitas fisik, misalnya melakukan olahraga yang mereka sukai.

5. Berkumpul dengan Keluarga
Biasakan berkumpul dengan seluruh keluarga, mendiskusikan berbagai isu yang merangsang semua anggota keluarga mengemukakan pendapatnya. Kebiasaan ini melatih rasa percaya diri anak dan kemampuannya bicara di muka umum dan akan mengakrabkan sesama anggota keluarga. Kebiasaan berkumpul ini juga bisa dilakukan dengan cara memainkan permainan yang melibatkan seluruh anggota keluarga atau memanfaatkan waktu makan, dengan membiasakan makan bersama.

6. Membangun kesadaran pada anak-anak akan pentingnya kebersihan dan menjaga lingkungan hidup
Kesadaran ini harus dimulai dari rumah sendiri, dengan melibatkan anak-anak dalam urusan pekerjaan rumah. Mintalah anak memilih pekerjaan rumah apa yang bisa ia lakukan, apakah menyapu, mengepel, mencuci piring, untuk membantu meringankan tugas ibu di rumah.

7 Komunikasi
Komunikasi adalah ketrampilan yang paling penting yang akan dipelajari anak-anak. Bicaralah pada anak sesuai dengan tingkat pemahaman anak. Rasulullah Saw mencontohkan, saat bicara dengan anak-anak menggunakan bahasa yang sederhana dan jelas sehingga anak-anak mau mendengarkan dan bisa memahami apa yang disampaikan.

8. Disiplin
Kita tahu bahwa disiplin dan pengendalian diri merupakan karakter utama seorang muslim. Kita belajar dan melatih diri tentang kedisiplinan dan pengendalian diri melalui ibadah puasa dan perintah Allah itu menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang dalam Islam. Orang tua harus menjelaskan apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan anak-anak, dan apa konsekuensinya jika hal itu dilanggar. Tentu saja larangan itu dalam batas-batas yang wajar. Misalnya, orang tua tidak melarang anak nonton tv sama sekali, tapi memberi batasan berapa lama anak boleh nonton televisi, misalnya cuma 30 menit. Orang tua juga harus menepati janji jika menjajikan sesuatu pada anak, karena jika tidak, anak akan menganggap orang tuanya tidak bisa dipercaya.

9. Rutin
Membiasakan anak-anak melakukan tugas-tugasnya dengan rutin, misalnya salat tepat waktu, membaca dan menghapal Al-Quran, membaca hadis, membiasakan membaca doa-doa Rasulullah sebelum tidur, beramal meski cuma dengan senyum, dan kebiasaan lainnya yang akan menjadi kegiatan rutin bagi anak kelak.

10. Memberikan Teladan yang baik
Rasulullah Saw. adalah teladan terbaik bagi kaum Muslimin. Bacakanlah kisah-kisah tentang Rasulullah Saw, pada anak-anak agar anak-anak mengikuti Sunah-Sunahnya dengan rasa cinta. Bacakan pula kisah-kisah tentang para nabi, sahabat-sahabat Nabi, dan pahlawan-pahlawan dalam sejarah Islam sehingga tumbuh rasa cinta anak pada Islam.

11. Melakukan perjalanan yang menyenangkan
Perjalanan yang menyenangkan bersama keluarga tidak harus selalu mengunjungi tempat-tempat wisata, tapi bisa juga mengunjugi masjid-masjid lokal. Kunjungan ke masjid sekaligus mengajarkan anak tentang bagaimana etika berada di dalam masjid dan menumbuhkan rasa cinta pada masjid, terutama bagi anak lelaki. Selain masjid, ajaklah mereka berkunjung ke tempat-tempat bersejarah Islam agar mereka tahu warisan-warisan budaya dan sejarah Islam.

Tips-tips di atas cuma menjadi acuan bagi para orang tua, khususnya para ibu untuk menanamkan pendidikan yang Islami sejak usia dini. Tentu saja ikhtiar ini harus didukung oleh doa orang tua yang tak putus-putus untuk anak-anak mereka, agar harapan akan anak-anak yang bertakwa pada Allah Swt terkabul.

Sumber : Eramuslim atau www.eramuslim.com

Selasa, 05 Oktober 2010

Mengatasi Bayi yang Sulit Berpisah dari si Ibu

Beberapa orangtua kadang harus main kucing-kucingan dengan si kecil sebelum berangkat kerja, hal ini dilakukan agar bayinya tidak menangis. Lalu bagaimana mengatasinya?

Psikolog anak mendefinisikan kecemasan berpisah (separation anxiety) mengacu pada tahap perkembangan yang mana anak mulai mengalami kecemasan ketika berpisah dengan ibu atau siapapun yang memberi perawatan utama. Dengan kata lain fase ini merupakan salah satu tonggak perkembangan yang banyak dialami oleh bayi.

Anak-anak yang masih kecil akan merasakan keengganan untuk meninggalkan orangtua atau pengasuhnya, karena mengalami lingkungan dan orang-orang yang berbeda. Anak-anak belum dapat mengerti waktu, karenanya si kecil tidak tahu kapan ibu atau orang yang dicemaskannya akan kembali.

Biasanya kondisi ini terjadi ketika bayi berusia di atas 6 bulan, karena bayi mulai lebih sadar dengan keberadaan orang asing selain orang yang merawatnya. Rasa kecemasan ini hampir mempengaruhi semua bayi, hanya derajatnya saja yang berbeda. Sebagian bayi bisa mulai lebih awal dan mencapai puncaknya saat berusia 1 tahun.

"Bayi Anda lebih banyak mengalami memori jangka panjang atau disebut dengan pertumbuhan kognitif. Pikiran bahwa ibunya akan berpisah dengannya itulah yang menyebabkan kesedihan," ujar Brendan Nixon, penulis Parenting Power in The Early Years, seperti dikutip dari Babyworld.co.uk, Selasa (5/10/2010).

Pemicu lain dari kecemasan berpisah ini adalah kelahiran saudara kandung atau adanya beberapa perubahan dalam rutinitasnya baik yang ada di rumah atau di tempat penitipan anak. Sebagai orangtua tentu akan merasa sangat sulit jika melihat bayi atau balitanya menangis, apalagi jika sampai mengeluarkan air mata.

"Air mata yang dikeluarkan si kecil adalah suatu hal yang sangat normal dan sebagai bentuk protes alami seraya berkata 'bagaimana bisa kau tinggalkan aku?'. Tapi lambat laun ia akan tenang kembali dan menikmati hari-harinya," ujar Dr Mandy Byron, psikolog klinis di Great Ormond Street Hospital.

Untuk mengatasi kondisi tersebut ada beberapa persiapan sederhana yang dapat membantu si kecil mengatasi kecemasan berpisahnya, yaitu:

1. Gendong si kecil dan ajaklah ia berjalan-jalan sebelum berangkat kerja dan ceritakan tentang hal-hal yang menyenangkan dan aktivitas yang akan dilakukannya.
2. Cobalah mengambil mainan favoritnya.
3. Ketika akan pergi, mengucapkan selamat tinggal sambil menyakinkannya bahwa ibu akan segera kembali.
4. Usahakan untuk tidak menyelinap pergi ketika si kecil tidak melihat. Karena hal ini akan membuat si kecil merasa khawatir bahwa ibunya akan pergi dan tidak akan kembali.
5. Jika sudah pergi, jangan kembali lagi hanya untuk memeriksakan apakah ia baik-baik saja atau tidak. Karena hal ini hanya akan meningkatkan kesedihan si kecil dan air matanya.

Sumber : detikhealth

Kamis, 23 September 2010

Awas! Bahaya Minuman Bersoda

Anda penyuka minuman bersoda? Mulai saat ini, berhati-hatilah. Anda harus tahu bahwa di balik sensasi rasanya yang menyegarkan, minuman bersoda menyimpan bahaya yang serius bagi tubuh.

Apa sajakah bahaya dari minuman bersoda tersebut?

Membahayakan Ginjal

Amerika Serikat melakukan penelitian mengenai bahaya tersebut terhadap 3256. Mereka rutin mengkonsumsi minuman bersoda minimal 2 kali sehari. Hasilnya, sebanyak 30% responden mengalami kerusakan ginjal dan penurunan fungsinya.

Menurut para ahli, hal ini terkait dengan kandungan minuman bersoda, yakni pemanis buatan, pewarna buatan, kafein, dan asam fosfat.

Meningkatkan Risiko Diabetes

Para penderita penyakit diabetes sangat dilarang untuk mengkonsumsi gula. Hal ini karena hormon insulin yang ada di dalam tubuhnya tidak cukup, bahkan tidak sanggup untuk mengubah zat gula tersebut menjadi gula otot (glikogen). Akibatnya, gula darah (glukosa) akan meningkat dan membahayakan.

Ingat, diabetes juga merupakan salah satu penyakit yang bisa memicu penyakit yang lain, misalnya stroke dan kerusakan jantung koroner. Jika Anda banyak mengkonsumsi minuman bersoda, selain berpotensi menyebabkan diabetes, stroke dan kerusakan jantung korone juga bisa terjadi. Perlu dicatat bahwa penyakit diabetes timbul tak hanya karena faktor keturunan. Orang yang asalnya normal pun bisa menderita penyakit diabetes.

Meningkatkan Risiko Obesitas

Minuman bersoda kaya akan kalori. Kalori yang masuk ke dalam tubuh bisa meningkatkan risiko obesitas. Tak hanya bagi orang yang sudah dewasa, anak-anak bisa menderita obesitas.

Di Amerika Serikat, tingkat obesitas pada anak-anak sangatlah tinggi. Salah satu penyebabnya adalah minuman bersoda. Anak-anak di Amerika Serikat mengkonsumsi minuman bersoda layaknya meminum air putih. Setelah makan, mereka pasti minum minuman bersoda. Hasilnya, mereka banyak yang menderita obesitas.

Ingat, obesitas merupakan salah satu pemicu dari munculnya penyakit-penyakit lain. Di antaranya diabetes, stroke, kerusakan jantung koroner, dan berbagai penyakit serius lainnya.

Meningkatkan Risiko Tulang Rapuh

Salah satu kandungan minuman bersoda adalah asam fosfat. Dalam suatu penelititan, asam fosfat ini bisa menyebabkan penyakit kerapuhan tulang. Hal ini karena asam fosfat bisa melarutkan kalsium yang ada di dalam tulang. Akibatnya, tulang menjadi rapuh dan keropos.

Universitas Harvard pernah membuat penelitian mengenai hal ini. Mereka mengamati seorang atlet remaja pengonsumsi minuman bersoda dan yang tidak mengkonsumsi minuman bersoda. Hasilnya, atlet remaja pengonsumsi minuman bersoda mengalami patah tulang 5 kali lebih banyak daripada atlet remaja yang tidak mengkonsumsi minuma bersoda.

Meningkatkan Risiko Kanker Pankreas

Dalam suatu penelitian di Amerika Serikat, kandungan minuman bersoda dipercaya sebagai salah satu pemicu timbulnya kanker pankreas. Dalam penelitian tersebut, 87% responden yang minimal mengkonsumsi minuman bersoda 2 kali sehari mengalami peningkatan risiko kanker pankreas.

Penelitian dilakukan terhadap 60524 responden (pengonsumsi minuman bersoda) selama 14 tahun. Hasilnya, sebanyak 87% mengalami risiko kanker pankreas yang terlihat melalui gejala-gejalanya.

Meningkatkan Kerusakan pada Gigi

Dalam suatu penelitian, 3200 orang responden mengalami kerusakan gigi akibat mengkonsumsi minuman bersoda. Hal ini tentu saja akibat kandungan zat gula yang ada di dalam minuman tersebut. Tak hanya itu, asam fosfat juga turut memperburuk kerusakan gigi dengan cara melarutkan kalsium gigi.

Meningkatkan Ketergantungan pada Kafein

Minuman bersoda mengandung kafein. Zat ini sejak dulu dikenal sebagai zat yang mampu membuat orang ketergantungan. Meskipun kafein mempunyai efek positif terhadap tubuh, efek negatif kafein ternyata lebih banyak. Misalnya, membuat jantung berdebar, insomnia, tekanan darah rendah, dan lain-lain.

Setelah menyimak bahaya-bahaya minuman bersoda tersebut, ada baiknya Anda segera mengganti menu minuman bersoda dengan minuman lain yang bermanfaat bagi kesehatan. Misalnya, susu sapi, susu kedelai, air putih, teh hijau, teh hitam, jus buah-buahan, atau yoghurt. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari risiko penyakit-penyakit serius yang mengancam tubuh.

Sumber :www.anneahira.com

Rabu, 22 September 2010

Foto Field Trip Kidzania dan Sanlat Kirani 3

Kepada  yang mau ambil/unduh foto kegiatan Field Trip ke Kidzania dan Sanlat Kirani 3 silahkan klik judul foto di bawah ini.
1. Field Trip ke Kidzania








2. Sanlat Kirani 3


Minggu, 08 Agustus 2010

Observasi Kls 3 ke Goalpara

Kamis, 29 Juli 2010

Menyambut Ramadhan

Ramadhan adalah bulan barokah, rahmah, pengampunan dan pembebasan manusia dari api neraka. Di dalamnya Allah SWT menurunkan Al Qur’an yang menjadi pedoman umat manusia. Di dalamnya Allah SWT mengkaruniakan Lailatul Qodar yang lebih baik dari seribu bulan. Dan, di dalamnya Allah SWT melipatgandakan pahala amal kebaikan hamba-Nya.

Disamping itu, Ramadhan adalah bulan untuk mengendalikan syahwat perut, seksual dan lisan agar menjadi orang-orang yang bertaqwa (Al Baqoroh : 183). Karena keistimewaannya yang luar biasa maka Rasulullah SAW dan para Sahabat menyambut kehadirannya dengan kegembiraan serta menyongsongnya dengan berbagai persiapan sejak awal bulan Rajab, antara lain:
1. Persiapan mental dengan memperbanyak membaca do’a
2. Persiapan intelektual dengan mengkaji fikih shiyam, agar ketika Ramadhan tiba langsung bisa menerapkan tata cara dan hukum shaum secara benar
3. Persiapan fisik dengan melatih diri shaum di bulan Rajab dan Syaban serta mengatur jadwal kegiatan
4. Persiapan keluarga dengan cara mengkondisikan keluarga agar mempersiapkan diri menyambut Ramadhan
5. Persiapan sosial dengan membuat spanduk yang berisi seruan untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan

Ditulis oleh : Usth. Ashri (Guru SDIT Adzkia 1 Sukabumi)

Senin, 26 Juli 2010

Workshop guru profesional di SDIT Adzkia Sukabumi

Di Sukabumi, bulan Mei lalu saya datang dan bersilaturahmi dengan guru-guru di SDIT Adzkia Sukabumi. Saya berbagi dengan guru-guru yang bersemangat dalam memberikan yang terbaik untuk siswa. Terbukti dengan lancarnya acara dan antusiasnya mereka ketika workshop sehari berlangsung.

Tema yang dibahas adalah mengenai menjadi guru yang professional dan tantangan abad 21 ke depannya sesuai dengan pilihan kita sebagai individu sebagai guru.

Saya mencoba mengingatkan diri saya sendiri dan guru yang hadir mengenai pentingnya keluar dari rutinitas dalam keseharian kita sebagai guru . Caranya adalah dengan bertanya pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut ini setelah kita mengajar siswa di kelas.

1. Apakah saya dapat menjelaskan komponen utama dari pelajaran?
2. Apakah saya mengerti bagaimana pelajaran yang saya sampaikan tadi berhubungan dengan unit / sebelumnya dan unit berikutnya?
3. Di manakah posisi pembelajaran tadi dalam kurikulum?
4. Apa saja strategi pembelajaran digunakan?
5. Apakah saya menggunakan praktek-praktek terbaik dalam mengajar dan menyampaikan hal yang manjadi target standar kurikulum?
6. Apakah saya membangun dan mengembangkan konten, produk atau proses dari pelajaran sebelumnya?
7. Bagaimana pelajaran ini menjadi batu loncatan untuk pelajaran berikutnya?
8. Bagaimana aku bisa menyesuaikan pendekatan instruksional untuk pelajaran lain?
9. Mungkinkah pelajaran ini dimodifikasi untuk siswa yang berbeda?
10. Apa latar belakang pengetahuan dan keterampilan yang saya asumsikan membawa siswa untuk pelajaran?
11. Apakah saya menggunakan strategi pengajaran yang tepat untuk tugas ini?
12. Apakah saya melihat pola dalam cara saya mendekati pelajaran – seperti berjalan mondar-mandir di kelas, sampai melakukan pengelompokan terhadap siswa?
13. Apakah saya melihat pola dalam gaya mengajar saya – misalnya cara komentar setelah setiap jawaban siswa?
14. Apa hasil pendekatan yang saya digunakan – apakah itu efektif, atau mungkin ada langkah lain yang lebih efektif?

Workshop yang berlangsung sehari benar-benar merupakan hal yang baru untuk saya, karena dari banyak guru yang hadir saya pun juga belajar. Belajar untuk bisa menjadi guru yang terbaik bagi siswa dan mempersiapkan mereka agar bisa menjadi orang yang lebih baik dari generasi kita sekarang.

Acara ditutup di sore hari dan saya pun melanjutkan perjalanan saya kembali ke Jakarta. Untuk segenap manajemen dan leadership dan Pak Dede Dzikri yang telah berkenan mengundang saya datang saya ucapkan terima kasih. Doa saya agar SDIT Adzkia bisa terus menjadi market leader dalam dunia pendidikan di Sukabumi.

Sumber :gurukreatif.wordpress.com

Minggu, 25 Juli 2010

ANAK BERBAKAT

A. Pengertian
Menurut konsep kecerdasan secara tradisional, bahwa anak berbakat memiliki tingkat kecerdasan (IQ) jauh di atas rata-rata, yaitu di atas 130.
Saat ini lebih lazim menggunakan definisi sebagai berikut: anak berbakat adalah individu yang menunjukkan potensi luar biasa pada satu atau beberapa aspek seperti kecerdasan umum, kemampuan pada bidang pelajaran khusus (seperti matematika atau sains atau bahasa), kretivitas, kepemimpinan, bakat di bidang seni (melukis, mngarang, musik, tari, dsb), serta kemampuan psikomotor (olah raga).

B. Karakteristik Anak Berbakat
1. Memiliki kemampuan untuk menguasai pelajaran atau keterampilan tertentu dengan cepat dan mudah sesuai keberbakatannya. Mereka memiliki ide-ide yang tidak sama jika dibandingkan dengan teman sebayanya, dalam menyelesaikan tugas mereka cenderung lebih tekun dan mampu menyelesaikan persoalan lebih sulit.
2. Memiliki harga diri yang lebih tinggi, lebih terampil dalam kehidupan sosial, dan memiliki penyesuaian emosional di atas rata-rata sebayanya.
3. Beberapa anak berbakat mengalami masalah emosi dan sosial karena mereka beranggapan dan diperlakukan berbeda dengan teman sebayanya.
4. Banyak diantara mereka yang mengalami kebosanan atau bahkan frustasi dengan kegiatan di sekolah, karena mereka merasa terlalu mudah. Hal ini terjadi karena sekolah tidak memberikan tugas-tugas dan kegiatan yang menantang kemampuan atau keterampilan mereka dan tidak membantu dalam mengembangkan kemampuan anak berbakat yang unik. Anak-anak berbakat sering kali merasa bahwa penjelasan guru terlalu lambat dan sering kali diulang-ulang, padahal mereka telah mengerti maksud dari penjelasan tersebut.
5. Dampak dari kebosanan dan frustasi yang berlebihan, anak berbakat menjadi tidak tertarik dengan tugas-tugas di sekolah dan menyelesaikan secara asal-asalan sehingga nilai yang dicapai tidak sesuai dengan kemampuannya yang sebenarnya.

Jumat, 23 Juli 2010

Tips Belajar Efektif

Ada baiknya kita membuat persiapan yang baik buat satu semester ke depan. Selain itu, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan, Pertama, tentukan target Anda di semester ini apa. Kemudian buat jadwal harian yang isinya langkah-langkah menuju target tersebut. Supaya target belajar goal-nya lebih cepat, berikut ada beberapa tips bagaimana cara belajar yang efektif, yang telah teruji oleh beberapa negera maju. Tips ini bisa kita jalankan sendiri, atau ditularkan kepada peserta didik Anda.

1. Hari pertama sekolah, ulang kembali pelajaran yang telah didapat. Setelah itu baca singkat dua halaman materi berikutnya buat cari kerangkanya saja. Begitu pelajaran tersebut diterangkan guru esoknya, Kita sudah punya gambaran atau dasarnya, tinggal menambahkan saja apa yang belum Kita tahu. Jadi begitu pulang sekolah, tinggal mengulang saja untuk mencari kesimpulan atau ringkasan.
2. Usahakan selalu konsentrasi penuh waktu mendengarkan pelajaran yang disampaikan guru. Materi yang Anda dengar bakal mudah dipanggil lagi begitu Anda menghapal ulang pelajaran tersebut.
3. Beberapa teman juga merekomendasikan untuk mengetik ulang catatan pelajaran ke dalam komputer. Logikanya, dengan mengetik ulang catatan berarti sama saja dengan membaca ulang pelajaran yang baru saja didapat dari sekolah. Materi yang diulang tadi bisa tersimpan di memori otak buat jangka waktu yang lama. Lebih bagus lagi kalo membacanya kembali atau mempelajari catatan tersebut setelah diketik.
4. Cara lain adalah dengan membaca ulang catatan pelajaran kemudian buat kesimpulan dengan kalimat sendiri. Supaya dapat terpatri lama di memori, tulis kesimpulan tadi di secarik kertas kecil seukuran kartu nama. Kartu-kartu tersebut efektif untuk mengulang dan membaca singkat kala senggang.
5. Teman lainnya menyarankan untuk selalu menggunakan buku catatan yang berbeda pada setiap mata pelajaran. Cara ini dinilai lebih teratur sehingga pada waktu ingin mengulang suatu pelajaran kita tidak perlu lagi harus membuka semua buku.
6. Mengulang pelajaran tidak selamanya harus dengan membaca atau menulis. Mengajari teman lain tentang materi yang baru diulang bisa membuatmu selalu ingat akan materi tersebut. Bagusnya lagi, Anda menjadi lebih paham akan materi tersebut.
7. Belajar mendadak menjelang tes memang tidak efektif. Paling tidak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Caranya: selalu buat ringkasan atau kesimpulan pada setiap pelajaran, kalau perlu pakai tabel atau gambar ilustrasi supaya mudah diingat.
8. Belajar pada siang hari. Maklum, badan masih segar setelah tidur cukup di malam hari, jadi semangat masih tinggi. Kondisi yang bagus tersebut tidak mereka sia-siakan begitu saja. Pagi mereka konsentrasi penuh pada pelajaran di kelas dan siangnya konsentrasi untuk mengulang kembali. Malam hari hanya mereka gunakan untuk mengerjakan aktivitas ringan atau pekerjaan rumah. Jadi tidak pernah ada kata begadang.
9. Kalau badan capek, bakal susah buat konsentrasinya. Beberapa teman menyarankan untuk libur dulu dari acara olah raga atau kegiatan fisik lainnya sehari menjelang ulangan umum.
10. Belajar sambil mendengarkan musik memang asyik. Pilih music yang tenang tapi menggugah. Musik klasik macam Beethoven ato Mozart bisa dicoba. Musik tipe ini cocok banget buat menemani kamu selama mengerjakan tugas yang jawabannya sudah pasti, seperti matematika, ilmu alam atau bahasa asing. Dijamin stamina belajar Anda akan selalu berisi dan penuh semangat.
Selamat mencoba!

Di rangkum dari www.adprima.com

Senin, 29 Maret 2010

Kegiatan Out Bound Kelas 3 TP 2009/2010




Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites