5 cara menjadi guru yang kreatif

Guru kreatif bukannya sekedar membuat anak senang dan enjoy oleh permainan (games) yang seru, segar dan lucu selama pembelajaran berlangsung

Tips menjaga suasana belajar aktif yang berhasil

Dalam suasana pembelajaran aktif, banyak terjadi interaksi antara siswa dengan guru. Interaksi tersebut bisa merupakan pertanyaan dari guru kepada siswa atau sebaliknya, atau diskusi yang mencerahkan anara keduanya. .

Kiat Pendidikan Islami Sejak Dini pada Anak

Anak adalah amanah yang diberikan Allah Swt pada para orang tua. Karenanya, orang tua berkewajiban mengasuh, mendidik, melindungi dan menjaga amanah Allah itu agar menjadi generasi muslim yang bukan hanya sukses di dunia, tapi juga di akhirat kelak.

Memukul Bukan Cara Untuk Belajar Disiplin

Orang tua dilarang memukul anak-anak mereka karena risiko kemudian hari, Royal College of Pediatri telah memperingatkan. Para ahli mengatakan bahwa hukuman setara dengan serangan fisik sangat tidak efektif untuk perilaku buruk. Prof Terence Stephenson, menunjukkan bahwa orang tua bukannya mengadopsi pendekatan positif dan menetapkan batas-batas kuat untuk anak-anak mereka.

Video Game, Pembunuh yang Mematikan

Video game jelas merupakan sarana hiburan yang sangat mengasyikan. Namun di saat yang bersamaan, video game juga bisa menjadi 'pembunuh'. Mengapa?.

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2012

Memukul Bukan Cara Untuk Belajar Disiplin


Orang tua dilarang memukul anak-anak mereka karena risiko kemudian hari, Royal College of Pediatri telah memperingatkan. Para ahli mengatakan bahwa hukuman setara dengan serangan fisik sangat tidak efektif untuk perilaku buruk. Prof Terence Stephenson, menunjukkan bahwa orang tua bukannya mengadopsi pendekatan positif dan menetapkan batas-batas kuat untuk anak-anak mereka.

Prof Stephenson memperingatkan memukul adalah pilihan yang mudah bagi para orang tua. Dia mengatakan, "Anak-anak harus diberikan perlindungan yang sama terhadap serangan fisik orang dewasa, termasuk memukul dan tidak membuat efek jera untuk perilaku buruk. Orangtua bisa menggunakan hukuman yang masuk akal untuk mendisiplinkan anak-anak mereka.

100 anak meninggal atau terluka setiap tahunnya setelah mengalami pemukulan terhadap dirinya, yang dilakukan oleh orang yang mereka kenal. komentar Mr Lammy telah menimbulkan perdebatan terhadap perilaku memukul, dan mendiskusikan hukuman seperti apa yang dapat dibenarkan. Ms Justine Roberts, pendiri Mumsnet, mengatakan menentang memukul. "Rakyat akan berpikir itu sedikit munafik jika kita mengatakan tidak menggunakan kekerasan fisik untuk anak-anak guna mendisiplinkan mereka," katanya.

Sumber : The Daily Telegraph via todayonline.com/Kartika Maharani

Selasa, 31 Januari 2012

Tips menjaga suasana belajar aktif yang berhasil


Dalam suasana pembelajaran aktif, banyak terjadi interaksi antara siswa dengan guru. Interaksi tersebut bisa merupakan pertanyaan dari guru kepada siswa atau sebaliknya, atau diskusi yang mencerahkan anara keduanya. Demikian juga saat sedang melakukan brainstorming di kelas, terjadi juga interaksi antara siswa dengan seluruh warga di kelas.

Saat bertanya atau presentasi misalnya, saat itu adalah yang sangat penting karena jika anda bisa memelihara waktu tersebut sebagai waktu yang tepat untuk menjadikan kelas kita mempunyai tradisi atau kebiasaan mendengarkan pendapat orang lain yang sedang berbicara. “menurut kamu bagaimana?.” Cara lain untuk mengefektifkan budaya belajar aktif adalah dengan;


1. Libatkan siswa lebih dari hanya sekedar mendengarkan.

2. Upaya kan menghindari situasi hanya mentransfer informasi menjadi usaha untuk menumbuhkan kemampuan,dan ide siswa.


3. Tumbuhkan selalu sikap percaya diri. Biasakan bilang kepada siswa anda “jangan takut salah” atau “hargai semua pekerjaan yang kamu hasilkan (pendapat, atau hasil karya)

4. Biasakan ucapkan “menurut kamu bagaimana?.” Lebarkan kemungkinan jawaban anda dari “Iya” atau “tidak” , mungkin atau tidak mungkin” menjadi pertanyaan yang membangun rasa ingin tahu siswa dengan bertanya kembali kepada siswa “menurut kamu bagaimana?”
5. Biarkan siswa melalui proses nya sendiri. Cukup dan berhentilah menjadi guru yang selalu ingin hasil yang sempurna dari siswa nya. Hargai proses dan cepat atau lambat anda akan terkejut dengan hasil karya yang siswa kita hasilkan.

6. Berikan selalu umpan balik yang positif, tidak menghakimi dan mematikan kreativitas. Pujilah anak untuk karya atau [erbuatan yang mereka lakukan.
7. Setiap anak berbeda, kecerdasan, latar belakang keluarga dan kemampuan belajar nya. Hindari menggunakan gaya atau pendekatan yang sama terhadap semua siswa di kelas anda

sumber :http://pengajarplus.com/blog-kontributor/item/90-tips-menjaga-suasana-belajar-aktif-yang-berhasil.html

Kamis, 23 September 2010

Awas! Bahaya Minuman Bersoda

Anda penyuka minuman bersoda? Mulai saat ini, berhati-hatilah. Anda harus tahu bahwa di balik sensasi rasanya yang menyegarkan, minuman bersoda menyimpan bahaya yang serius bagi tubuh.

Apa sajakah bahaya dari minuman bersoda tersebut?

Membahayakan Ginjal

Amerika Serikat melakukan penelitian mengenai bahaya tersebut terhadap 3256. Mereka rutin mengkonsumsi minuman bersoda minimal 2 kali sehari. Hasilnya, sebanyak 30% responden mengalami kerusakan ginjal dan penurunan fungsinya.

Menurut para ahli, hal ini terkait dengan kandungan minuman bersoda, yakni pemanis buatan, pewarna buatan, kafein, dan asam fosfat.

Meningkatkan Risiko Diabetes

Para penderita penyakit diabetes sangat dilarang untuk mengkonsumsi gula. Hal ini karena hormon insulin yang ada di dalam tubuhnya tidak cukup, bahkan tidak sanggup untuk mengubah zat gula tersebut menjadi gula otot (glikogen). Akibatnya, gula darah (glukosa) akan meningkat dan membahayakan.

Ingat, diabetes juga merupakan salah satu penyakit yang bisa memicu penyakit yang lain, misalnya stroke dan kerusakan jantung koroner. Jika Anda banyak mengkonsumsi minuman bersoda, selain berpotensi menyebabkan diabetes, stroke dan kerusakan jantung korone juga bisa terjadi. Perlu dicatat bahwa penyakit diabetes timbul tak hanya karena faktor keturunan. Orang yang asalnya normal pun bisa menderita penyakit diabetes.

Meningkatkan Risiko Obesitas

Minuman bersoda kaya akan kalori. Kalori yang masuk ke dalam tubuh bisa meningkatkan risiko obesitas. Tak hanya bagi orang yang sudah dewasa, anak-anak bisa menderita obesitas.

Di Amerika Serikat, tingkat obesitas pada anak-anak sangatlah tinggi. Salah satu penyebabnya adalah minuman bersoda. Anak-anak di Amerika Serikat mengkonsumsi minuman bersoda layaknya meminum air putih. Setelah makan, mereka pasti minum minuman bersoda. Hasilnya, mereka banyak yang menderita obesitas.

Ingat, obesitas merupakan salah satu pemicu dari munculnya penyakit-penyakit lain. Di antaranya diabetes, stroke, kerusakan jantung koroner, dan berbagai penyakit serius lainnya.

Meningkatkan Risiko Tulang Rapuh

Salah satu kandungan minuman bersoda adalah asam fosfat. Dalam suatu penelititan, asam fosfat ini bisa menyebabkan penyakit kerapuhan tulang. Hal ini karena asam fosfat bisa melarutkan kalsium yang ada di dalam tulang. Akibatnya, tulang menjadi rapuh dan keropos.

Universitas Harvard pernah membuat penelitian mengenai hal ini. Mereka mengamati seorang atlet remaja pengonsumsi minuman bersoda dan yang tidak mengkonsumsi minuman bersoda. Hasilnya, atlet remaja pengonsumsi minuman bersoda mengalami patah tulang 5 kali lebih banyak daripada atlet remaja yang tidak mengkonsumsi minuma bersoda.

Meningkatkan Risiko Kanker Pankreas

Dalam suatu penelitian di Amerika Serikat, kandungan minuman bersoda dipercaya sebagai salah satu pemicu timbulnya kanker pankreas. Dalam penelitian tersebut, 87% responden yang minimal mengkonsumsi minuman bersoda 2 kali sehari mengalami peningkatan risiko kanker pankreas.

Penelitian dilakukan terhadap 60524 responden (pengonsumsi minuman bersoda) selama 14 tahun. Hasilnya, sebanyak 87% mengalami risiko kanker pankreas yang terlihat melalui gejala-gejalanya.

Meningkatkan Kerusakan pada Gigi

Dalam suatu penelitian, 3200 orang responden mengalami kerusakan gigi akibat mengkonsumsi minuman bersoda. Hal ini tentu saja akibat kandungan zat gula yang ada di dalam minuman tersebut. Tak hanya itu, asam fosfat juga turut memperburuk kerusakan gigi dengan cara melarutkan kalsium gigi.

Meningkatkan Ketergantungan pada Kafein

Minuman bersoda mengandung kafein. Zat ini sejak dulu dikenal sebagai zat yang mampu membuat orang ketergantungan. Meskipun kafein mempunyai efek positif terhadap tubuh, efek negatif kafein ternyata lebih banyak. Misalnya, membuat jantung berdebar, insomnia, tekanan darah rendah, dan lain-lain.

Setelah menyimak bahaya-bahaya minuman bersoda tersebut, ada baiknya Anda segera mengganti menu minuman bersoda dengan minuman lain yang bermanfaat bagi kesehatan. Misalnya, susu sapi, susu kedelai, air putih, teh hijau, teh hitam, jus buah-buahan, atau yoghurt. Dengan begitu, Anda akan terhindar dari risiko penyakit-penyakit serius yang mengancam tubuh.

Sumber :www.anneahira.com

Minggu, 25 Juli 2010

ANAK BERBAKAT

A. Pengertian
Menurut konsep kecerdasan secara tradisional, bahwa anak berbakat memiliki tingkat kecerdasan (IQ) jauh di atas rata-rata, yaitu di atas 130.
Saat ini lebih lazim menggunakan definisi sebagai berikut: anak berbakat adalah individu yang menunjukkan potensi luar biasa pada satu atau beberapa aspek seperti kecerdasan umum, kemampuan pada bidang pelajaran khusus (seperti matematika atau sains atau bahasa), kretivitas, kepemimpinan, bakat di bidang seni (melukis, mngarang, musik, tari, dsb), serta kemampuan psikomotor (olah raga).

B. Karakteristik Anak Berbakat
1. Memiliki kemampuan untuk menguasai pelajaran atau keterampilan tertentu dengan cepat dan mudah sesuai keberbakatannya. Mereka memiliki ide-ide yang tidak sama jika dibandingkan dengan teman sebayanya, dalam menyelesaikan tugas mereka cenderung lebih tekun dan mampu menyelesaikan persoalan lebih sulit.
2. Memiliki harga diri yang lebih tinggi, lebih terampil dalam kehidupan sosial, dan memiliki penyesuaian emosional di atas rata-rata sebayanya.
3. Beberapa anak berbakat mengalami masalah emosi dan sosial karena mereka beranggapan dan diperlakukan berbeda dengan teman sebayanya.
4. Banyak diantara mereka yang mengalami kebosanan atau bahkan frustasi dengan kegiatan di sekolah, karena mereka merasa terlalu mudah. Hal ini terjadi karena sekolah tidak memberikan tugas-tugas dan kegiatan yang menantang kemampuan atau keterampilan mereka dan tidak membantu dalam mengembangkan kemampuan anak berbakat yang unik. Anak-anak berbakat sering kali merasa bahwa penjelasan guru terlalu lambat dan sering kali diulang-ulang, padahal mereka telah mengerti maksud dari penjelasan tersebut.
5. Dampak dari kebosanan dan frustasi yang berlebihan, anak berbakat menjadi tidak tertarik dengan tugas-tugas di sekolah dan menyelesaikan secara asal-asalan sehingga nilai yang dicapai tidak sesuai dengan kemampuannya yang sebenarnya.

Jumat, 23 Juli 2010

Tips Belajar Efektif

Ada baiknya kita membuat persiapan yang baik buat satu semester ke depan. Selain itu, ada beberapa hal penting yang perlu Anda perhatikan, Pertama, tentukan target Anda di semester ini apa. Kemudian buat jadwal harian yang isinya langkah-langkah menuju target tersebut. Supaya target belajar goal-nya lebih cepat, berikut ada beberapa tips bagaimana cara belajar yang efektif, yang telah teruji oleh beberapa negera maju. Tips ini bisa kita jalankan sendiri, atau ditularkan kepada peserta didik Anda.

1. Hari pertama sekolah, ulang kembali pelajaran yang telah didapat. Setelah itu baca singkat dua halaman materi berikutnya buat cari kerangkanya saja. Begitu pelajaran tersebut diterangkan guru esoknya, Kita sudah punya gambaran atau dasarnya, tinggal menambahkan saja apa yang belum Kita tahu. Jadi begitu pulang sekolah, tinggal mengulang saja untuk mencari kesimpulan atau ringkasan.
2. Usahakan selalu konsentrasi penuh waktu mendengarkan pelajaran yang disampaikan guru. Materi yang Anda dengar bakal mudah dipanggil lagi begitu Anda menghapal ulang pelajaran tersebut.
3. Beberapa teman juga merekomendasikan untuk mengetik ulang catatan pelajaran ke dalam komputer. Logikanya, dengan mengetik ulang catatan berarti sama saja dengan membaca ulang pelajaran yang baru saja didapat dari sekolah. Materi yang diulang tadi bisa tersimpan di memori otak buat jangka waktu yang lama. Lebih bagus lagi kalo membacanya kembali atau mempelajari catatan tersebut setelah diketik.
4. Cara lain adalah dengan membaca ulang catatan pelajaran kemudian buat kesimpulan dengan kalimat sendiri. Supaya dapat terpatri lama di memori, tulis kesimpulan tadi di secarik kertas kecil seukuran kartu nama. Kartu-kartu tersebut efektif untuk mengulang dan membaca singkat kala senggang.
5. Teman lainnya menyarankan untuk selalu menggunakan buku catatan yang berbeda pada setiap mata pelajaran. Cara ini dinilai lebih teratur sehingga pada waktu ingin mengulang suatu pelajaran kita tidak perlu lagi harus membuka semua buku.
6. Mengulang pelajaran tidak selamanya harus dengan membaca atau menulis. Mengajari teman lain tentang materi yang baru diulang bisa membuatmu selalu ingat akan materi tersebut. Bagusnya lagi, Anda menjadi lebih paham akan materi tersebut.
7. Belajar mendadak menjelang tes memang tidak efektif. Paling tidak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Caranya: selalu buat ringkasan atau kesimpulan pada setiap pelajaran, kalau perlu pakai tabel atau gambar ilustrasi supaya mudah diingat.
8. Belajar pada siang hari. Maklum, badan masih segar setelah tidur cukup di malam hari, jadi semangat masih tinggi. Kondisi yang bagus tersebut tidak mereka sia-siakan begitu saja. Pagi mereka konsentrasi penuh pada pelajaran di kelas dan siangnya konsentrasi untuk mengulang kembali. Malam hari hanya mereka gunakan untuk mengerjakan aktivitas ringan atau pekerjaan rumah. Jadi tidak pernah ada kata begadang.
9. Kalau badan capek, bakal susah buat konsentrasinya. Beberapa teman menyarankan untuk libur dulu dari acara olah raga atau kegiatan fisik lainnya sehari menjelang ulangan umum.
10. Belajar sambil mendengarkan musik memang asyik. Pilih music yang tenang tapi menggugah. Musik klasik macam Beethoven ato Mozart bisa dicoba. Musik tipe ini cocok banget buat menemani kamu selama mengerjakan tugas yang jawabannya sudah pasti, seperti matematika, ilmu alam atau bahasa asing. Dijamin stamina belajar Anda akan selalu berisi dan penuh semangat.
Selamat mencoba!

Di rangkum dari www.adprima.com

Senin, 15 Maret 2010

Kenapa Anak Sekolah Takut Matematika?

Anak-anak sekolah seringkali begitu tegang menghadapi pelajaran matematika (mathematics anxiety) bahkan beberapa anak menjadi hilang kepercayaan diri. Kenapa matematika jadi pelajaran yang paling ditakuti anak sekolah?

Seperti dikutip dari Mathgoodies, Senin (15/3/2010) ada beberapa hal yang membuat anak-anak takut dengan pelajaran matematika, yaitu:


1. Tidak suka dengan guru yang mengajarnya.
2. Misal, gurunya suka marah-marah, galak atau memiliki wajah seram sehingga membuat anak-anak menjadi takut dan mengakibatkan dirinya sulit menerima pelajaran tersebut.
3. Lebih banyak menggunakan angka-angka yang abstrak atau tidak nyata.
4. Anak-anak belum sepenuhnya memahami untuk apa ia mempelajari angka-angka tersebut. Terlalu banyak menggunakan rumus sehingga terkadang membuat anak menjadi bingung.
5. Anak-anak sudah sering mendengar bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit, hal ini akan membuat anak-anak menjadi takut dan tidak tertarik dengan pelajaran tersebut.


Selain itu ketakutan yang sebenarnya dari pelajaran matematika adalah anak takut jika jawaban yang didapatkannya salah, karena jawaban yang salah berarti kegagalan sehingga anak dituntut untuk selalu bisa memberikan jawaban yang benar.

Padahal jawaban yang salah bukanlah suatu kegagalan, tapi justru bisa membuat anak lebih memahami konsep matematika dan menganalisis pikirannya.

Guru yang mengajar pun sebaiknya tidak langsung memarahi sang anak jika jawaban yang diberikan salah, karena tidak semua anak punya motivasi yang tinggi setelah dimarahi. Beberapa anak justru akan semakin takut dan membenci pelajaran tersebut.

Jika anak terlalu takut dengan matematika bisa memicunya memiliki gangguan matematika (mathematics disorder) yaitu kondisi dimana anak memiliki kemampuan matematika rendah atau di bawah kemampuan normal anak berdasarkan usia dan tingkat pendidikannya.

Anak yang memiliki mathematics disorder akan menemui kesulitan jika bertemu soal yang sederhana seperti penjumlahan.

Karena itu untuk membantu anak agar tidak takut dengan pelajaran matematika adalah mencari akar masalah dari ketakutannya seperti menghilangkan pikiran takut mengalami kegagalan, membuat anak terlibat aktif dalam pelajaran, menggunakan contoh benda sehingga anak-anak tidak terlalu abstrak dan mengubah pikiran anak mengenai pelajaran matematika.

Sumber:Vera Farah Bararah - detikHealth

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites